Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Cahaya Da'wah: SEHEBAT APAPUN MAKSIAT MASIH ADA PELUANG HIDAYAH (PETUNJUK)

Cahaya Da'wah SEHEBAT APAPUN MAKSIAT MASIH ADA PELUANG HIDAYAH (PETUNJUK)
Cahaya Da'wah: SEHEBAT APAPUN MAKSIAT MASIH ADA PELUANG HIDAYAH (PETUNJUK)

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.


Sehebat apapun maksiat seseorang selama hidupnya, masih ada peluang hidayah (petunjuk) Allah. Sebaliknya, sealim apapun seseorang selama hidupnya, masih ada peluang kufur nikmat. “Karena itulah Allah melarang kita agar jangan pernah merasa paling suci".

Simaklah Kalam Allah ini dg iman, "Janganlah kalian sekali-kali merasa diri kalian paling suci, sungguh hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa..." (QS An Najm 32).

Dan Rasulullah pun mengingatkan akan bahaya bangga diri dg mengulangi tiga kali, "Yang paling kutakuti pada kalian "al ujba, al ujba, al ujba" (bangga diri), dan nasehat Rasulullah ini justru ditujukan kepada para sahabat saleh-saleh.

Tentu larangan Allah ini kepada hamba yang bertakwa karena sayangnya Allah kepada mereka. “Hal ini agar mereka tidak ‘ge er’, sombong karena ketakwaannya, agar tetap istiqamah taat, dan agar tetap tawadhu, rendah hati kepada makhluk-Nya.

Rasulullah melarang seorang Muslim mencaci maki mereka yang berbuat maksiat. Mengapa? “Siapa tahu kemudian mereka malah meraih hidayah Allah, lalu bertaubat sungguh sungguh. Dan juga tidak sedikit yang tadi alim kemudian tergoda malah akhirnya paling rajin bermaksiat, naudzubillah min dzaalika".

Sungguh seorang Mu'min yang mengenal Allah itu sangat mencintai Allah dan mahkluk-Nya. Ia pun sangat senang menghinakan dirinya di hadapan Rabb-nya dg lama sujud dalam munajat di penghujung malamnya. Buahnya pun ia belas kasih, sayang, cinta, dermawan dan rendah hati pada makhluk-Nya.

“Sungguh kegelapan tidak akan terang dg caci maki. Bawakan lentera dakwah dg kasih sayang, kesabaran, kalimat hikmah dan keteladanan".

"Dan ketahuilah bahwa tidak pernah ada gelap mengalahkan yang terang. Hanya soal waktu. Karena itulah "tawashaw bilhaqqi" (terus-menerus berpesan tentang kebenaran) diikuti dg "tawashaw bishshabri" (terus-menerus berpesan tentang kesabaran).

“Ingat batu pecah bukan karena pukulan keseribu kalinya, tetapi karena terus-menerus dipukul. Maka, setiap pukulan punya andil memecahkan keras batu itu. Begitulah dakwah"..
Karena itulah, teruslah istiqamah taat kepada Allah dg menghidupkan sunnah-sunnah nabi-Nya. Rendahkanlah hati ini, jangan pesimis, jangan sinis, dan jangan sekali kali memvonis siapapun. “Kewajiban kita beribadah dan berdakwah, tetapi tidak wajib hasil. Hidayah adalah hak Allah, sahabatku".
Allahumma ya Allah hiasilah harakah da'wah dan persahabat kami dg keindahan hidayahMu...aamiin.

Foto bersama ayahanda Raden Syafii dan bang Hercules. Dan insyaAllah bang Hercules ikut hadir Tawshiyah Zikir malam ahad besok magrib isya di mesjid At Tiin Taman Mini.

SUMBER 
https://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham/photos/a.435861909738.221420.56922759738/10155217053014739/?type=3&theater
Read more

Kisah Inspiratif PERTEMUAN ALIYAH DAN HABIB RIZIEQ

Kisah Inspiratif PERTEMUAN ALIYAH DAN HABIB RIZIEQ 
Kisah Inspiratif PERTEMUAN ALIYAH DAN HABIB RIZIEQ

Nama lengkapnya Aliyah Arifah Billah, nama yang cantik sesuai dengan parasnya. Aliyah merupakan buah hati dari pasangan bapak Raden Widiantoro dan ibu Atikah Achpryani. Meski usianya yang masih sangat belia, 3,6 tahun, Aliyah memiliki kebiasaan yang mungkin tak dimiliki anak seusianya, yaitu menabung. Kebiasaan Aliyah itu tentu sangat disyukuri oleh orangtuanya. Selain melatih anak untuk hidup berhemat sejak dini, tentu berguna untuk mengatur perencanaan keuangan yang lebih bermanfaat. Dengan penuh kasih sayang dan semangat, Aliyah setiap saat diarahkan untuk menyisihkan rizki pemberian orangtuanya, untuk dimasukan ke dalam tabung celengan kesayangannya.

Dan Masya Allah, setiap kali tabungan itu penuh dan terasa mencukupi, Aliyah selalu menginfaqkan tabungan itu kegiatan-kegiatan agama, terutama acara Maulid Rasulullah di lingkungan rumahnya. Aliyah sangat bersemangat dan meminta orantuanya untuk menyalurkannya langsung ke panitia acara. Lebih dari itu saat bulan maulid Januari lalu, Aliyah pun tergerak membantu bencana gempa yang melanda Pidie Aceh, Desember 2016. Uang hasil ia menabung sejumlah 550.000,- rupiah ia serahkan lewat HILMI-FPI.

Seperti pada umumnya anak seusianya, Aliyah bermain riang dan manja di rumah bersama kedua orangtuanya. Namun di luar kebiasaan itu, ada hal yang unik. Aliyah selalu memperhatikan setiap kali ayahnya menonton tayangan ceramah-ceramah Habib Rizieq Syihab lewat youtube. Bahkan Aliyah pun sering kali meminta untuk menonton sendirian dan tanpa ingin orang lain mengganggunya. Tayangan demi tayangan Habib Rizieq Syihab, Aliyah perhatikan serius dan seksama, layaknya orang dewasa dan memahami betul apa isi ceramah tersebut.

Hari demi hari hal itu berlangsung setiap hari. Tiba suatu hari, Aliyah merengek pada ayahnya untuk dapat bertemu dengan Habib Rizieq Syihab. Sang ayahpun sempat terkejut atas keinginan Aliyah tersebut, serta apa yang melatarbelakanginya.

Raden Widiantoro sang ayahpun mengatur waktu untuk bisa mempertemukan Aliyah dengan sang Imam Besar Ummat Islam Indonesia tersebut. Sang ayah lantas meminta bantuan Habib Ali Al-hamid sebagai Ketua HILMI yang merupakan organisasi sayap dari FPI agar dapat wewujudkan keinginan Aliyah.

Tepat, di hari Minggu, 5 Maret 2017 kemarin, Markaz Syariah FPI di Petamburan Jakarta menggelar acara pengajian bulanan, yang secara paripurna merupakan agenda kegiatan FPI di mana Habib Rizieq Syihab selalu hadir di acara tersebut. Tanpa berpikir panjang, jadilah kesempatan emas itu dimanfaatkan Raden Widiantoro, untuk mempertemukan Aliyah dengan Habib Rizieq Syihab.

Seusai acara pengajian, akhirnya Aliyah pun bertatap muka langsung dengan Habib Rizieq Syihab. Reaksi Aliyah luar biasa gembira. Sepanjang pertemuan Aliyah tak hentinya bersuka ria, tersenyum dan tertawa. Dalam pertemuan itu, Habib Rizieq Syihab pun menyampaikan kekaguman kepada Aliyah sebagai anak yang mempunyai sense kemanusiaan serta kepribadian baik. Dan di akhir pertemuan, Aliyah yang ditemani ayahnya melakukan foto bersama. Yang mungkin akan menjadi kenangan berkesan bagi mereka.

Kisah di atas sesuai yang dikisahkan, ayahanda Aliyah, Raden Widiantoro.
Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Aamiin.
Read more

Sabtu, 11 Juni 2016

Kisah Perjuangan Hidup Pria Bertubuh Separuh

Kecelakaan hebat yang mengakibatkan terbaginya tubuh pria asal China ini menjadi 2 bagian, semula sempat membuat semangat hidupnya menghilang.

Peng pria bertubuh separuh penuh semangat menjalani terapi dan latihan.


Peng Shulin harus merelakan tubuh bagian pinggang ke bawah karena telah mengalami kehancuran. Setidaknya ada 20 orang dokter yang berjuang dalam meja operasi demi menyelamatkan hidup Peng.

Walau dia berhasil diselamatkan, Peng harus menjalani hidup sebagai manusia yang memiliki tubuh setengah dalam arti sesungguhnya. Tekanan mental dan fisik yang dihadapinya benar-benar menguras emosi dan tenaga. Selama 12 tahun Peng harus terus hidup berbaring di atas tempat tidur.

Dikutip dari dream.co.id, sebuah lembaga yang prihatin dengan kondisi yang dialami Peng, berinisiatif memberikan sebuah alat yang dapat menopang tubuh Peng. Latihan terapi yang dijalani Peng menambah semangat yang luar biasa dalam diri Peng. Otot-otot yang sempat kaku kini kembali diasah agar Peng bisa berjalan kembali.

Peng menjalani terapi dan latihan dengan penuh semangat.


Kini kebahagiaan tengah menyelimuti Peng. Ia pun telah membiasakan diri menjadi manusia bertubuh separuh.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mensyukuri hidup yang Tuhan berikan?

Read more